Profil Karangkamulyan

Identitas Desa

Nama Desa
Karangkamulyan
Kode Desa
3602262008
Kode BPS
3602021004
Alamat Kantor
Kp. Cidahu RT 02 RW 01
Kode Pos
42392
Telepon
081234567890
Email
karangkamulyan@gmail.com
Website
https://karangkamulyan.id

Sejarah Desa

Sejarah Desa Karangkamulyan Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak

Desa Karangkamulyan lahir dari semangat pemekaran wilayah Desa Panyaungan pada tahun 1980. Pemekaran ini bukan sekadar pembagian administratif, melainkan tonggak awal terbentuknya identitas baru sebuah komunitas yang ingin tumbuh mandiri. Nama Karangkamulyan dipilih dengan penuh makna. Secara filosofis, kata karang dalam khazanah bahasa Sunda dan Nusantara memiliki arti lebih dari sekadar batu karang. Karang melambangkan keteguhan, pondasi yang kokoh, dan tempat bertumpu kehidupan. Karang adalah simbol kekuatan yang bertahan dari terjangan waktu dan gelombang perubahan.

Dipadukan dengan kata kamulyan yang berarti kemuliaan, kehormatan, dan kesejahteraan, maka Karangkamulyan dapat dimaknai sebagai tempat yang kokoh untuk menumbuhkan kemuliaan hidup masyarakatnya. Nama ini menjadi doa sekaligus arah perjalanan desa: membangun kehidupan yang kuat secara sosial, bermartabat secara budaya, dan sejahtera secara ekonomi.

Sejak berdirinya, Desa Karangkamulyan dipimpin oleh tokoh-tokoh yang berperan penting dalam membentuk karakter desa. Pada periode awal (1981–1990), kepemimpinan dipegang oleh S. Muhanan, yang meletakkan dasar pemerintahan dan penataan wilayah. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Adhari (1990–1999), yang memperkuat struktur sosial dan pembangunan desa.

Tongkat estafet berikutnya dipegang oleh Jaelani (1999–2007), di masa ketika desa mulai beradaptasi dengan perubahan zaman dan peningkatan kebutuhan masyarakat. Setelah itu, Sukandi (2007–2015) memimpin dengan fokus pada penguatan potensi lokal. Sejak 2015, kepemimpinan berada di tangan Mulyadi (2015–2022) yang kemudian kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin pada periode 2022–2030. Kepercayaan berulang ini mencerminkan kesinambungan visi pembangunan desa.

Desa Karangkamulyan terdiri dari 10 kampung: Cibobos, Sinar Lapang, Sinar Sari, Cidahu, Cimanggu, Cierang, Cisalak, Suryadano, Cikandang, dan Batu Jajar. Setiap kampung memiliki ciri khas sosial dan budaya yang memperkaya mozaik kehidupan desa. Salah satu tradisi yang mempererat kebersamaan warga adalah turnamen tahunan Cibobos Cup, sebuah ajang olahraga yang bukan hanya kompetisi, tetapi juga perayaan persaudaraan dan semangat gotong royong.

Secara geografis dan ekologis, Karangkamulyan dianugerahi berbagai potensi alam. Kawasan wisata seperti Karang Beureum, Karang Songsong, Tanjung Cariang, dan Cantigi menyimpan keindahan alam yang berpotensi menjadi sumber ekonomi berbasis pariwisata. Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat. Potensi pertambangan batu bara dan pasir kuarsa menambah dimensi sumber daya alam yang dapat dikelola secara bijak demi kesejahteraan bersama.

Dari sisi demografi, Desa Karangkamulyan dihuni oleh 3.744 jiwa, terdiri dari 1.932 laki-laki dan 1.812 perempuan. Kehidupan sosial masyarakat didominasi oleh nilai-nilai keagamaan yang kuat, dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Struktur pekerjaan menunjukkan bahwa sebagian besar warga bergerak di sektor rumah tangga, pertanian, dan wirausaha, mencerminkan karakter desa agraris yang sedang berkembang menuju diversifikasi ekonomi.

Tingkat pendidikan masyarakat memperlihatkan tantangan sekaligus peluang. Mayoritas penduduk merupakan lulusan sekolah dasar, sementara sebagian lainnya telah menempuh pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Kondisi ini menjadi dasar penting bagi perencanaan pembangunan sumber daya manusia, agar generasi mendatang mampu mengelola potensi desa dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas.

Komposisi usia penduduk yang didominasi usia produktif menunjukkan energi besar untuk pembangunan. Dalam perspektif filosofis, generasi muda Karangkamulyan adalah perwujudan karang itu sendiri—pondasi masa depan yang harus diperkuat melalui pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja.

Dengan status perkawinan yang mayoritas telah menikah, struktur keluarga di desa ini menjadi pilar utama stabilitas sosial. Keluarga bukan hanya unit ekonomi, tetapi juga ruang pewarisan nilai-nilai budaya, gotong royong, dan kebersamaan.

Sejarah Desa Karangkamulyan adalah kisah tentang keteguhan dalam membangun kemuliaan. Dari pemekaran wilayah hingga perkembangan sosial ekonomi saat ini, desa ini terus bergerak di antara tradisi dan modernitas. Filosofi namanya menjadi pengingat bahwa kemajuan harus berdiri di atas fondasi yang kokoh: persatuan warga, kepemimpinan yang berkelanjutan, dan pengelolaan sumber daya yang arif.

Karangkamulyan bukan sekadar nama tempat, melainkan cerminan harapan kolektif masyarakatnya—sebuah desa yang teguh seperti karang, dan mulia dalam cita-cita kesejahteraan.

Kondisi Geografis

Luas Wilayah
1501
Titik Koordinat
-6.880106572579793, 106.15113749340249
Batas Utara
Mekarsari
Batas Timur
Panyaungan
Batas Selatan
Samudera Hindia
Batas Barat
Cihara

Visi

Mewujudkan Desa Karangkamulyan untuk menjadi lebih Maju dan Sejahtera yang dilandasi Iman dan Taqwa

Misi

Misi Desa


  1. Membangun dan menata sarana dan prasarana lingkungan.

  2. Membangun dan mendorong terselenggaranya pendidikan yang menghasilkan insan intelektual yang berkualitas dan berakhlak mulia.

  3. Membangun dan mendorong terjalinnya kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

  4. Membangun dan mendorong terjalinnya kehidupan beragama, bermasyarakat dan berbangsa.

  5. Membangun dan mendorong terciptanya usaha-usaha sektor pertanian, kelautan dan perkebunan.

Sambutan Kepala Desa